Senin, 15 Februari 2010

MATEMATIKA RPP

Tugas Test Akhir Semester
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Kelas 5 SD Semester 2
PECAHAN








Nama : Lita Riswiarti
NIM : 292008211
Kelas : G



Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan PGSD 2008
Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Nama Sekolah : SD/MI ....
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : V/2
Pertemuan Ke- : 1-2
Alokasi Waktu : 2 × 35 menit
Standar Kompetensi : Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar : Membandingkan dua pecahan
Indikator : • Membandingkan dua pecahan
• Membandingkan dua pecahan dengan menggunakan garis bilangan

I. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat membandingkan dua pecahan
II. Materi Pembelajaran
Pecahan
III. Metode Pembelajaran
Tanya jawab, diskusi, tugas kelompok dan individual
IV. Langkah-Langkah Kegiatan
A. Pertemuan Ke-1
Pendahuluan
1. Apersepsi
• Membahas PR yang diberikan pada pertemuan sebelumnya.
• Mengingat kembali materi sebelumnya.
2. Pemberian motivasi
Kegiatan Inti
1. Dengan tanya jawab guru menjelaskan tentang pecahan sejenis.
2. Secara berkelompok menyebutkan pecahan sejenis, guru memantau
siswa dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan.
3. Guru memandu diskusi dan merumuskan jawaban yang benar.
Penutup
1. Membimbing siswa untuk merangkum materi yang baru saja disajikan.
2. Guru memberikan tugas atau PR.



B. Pertemuan Ke-2
Pendahuluan
1. Apersepsi
• Membahas PR yang diberikan pada pertemuan sebelumnya.
• Mengingat kembali materi sebelumnya.
2. Pemberian motivasi
Kegiatan Inti
1. Dengan tanya jawab guru menjelaskan tentang pecahan tidak sejenis.
2. Secara berkelompok siswa menyebutkan pecahan tidak sejenis, guru
memantau siswa dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan.
3. Guru memandu diskusi dan merumuskan jawaban yang benar.
Penutup
1. Membimbing siswa untuk merangkum materi yang baru saja disajikan.
2. Guru memberikan tugas atau PR.
V. Alat/Bahan/Sumber
Triplek, bola, lingkaran, kelereng, kertas, penggaris, apel, roti, telur asin, ,Buku Dunia Matematika SD 5
VI. Penilaian
Mengerjakan soal (terlampir)




......................, .........................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Matematika





(__________________) (__________________)
NIP. ............................. NIP. .............................





Lampiran Pecahan

Pengertian Pecahan
Pecahan atau bilangan pecah mempunyai dua pengertian yaitu :
a. Bilangan untuk menyatakan banyaknya bagian dari suatu benda utuh yang dibagi menjadi dua bagian-bagian yang sama besar.
b. Bilangan untuk menyatakan suatu bilangan.

Contoh mengajarkan pecahan pada siswa:
pada siswa yang sering dijumpai sehari-hari dengan menggunakan apel, roti, telur asin, untuk mengenalkan pecahan 1/2, 1/3, 1/4, 1/6 dan lain sebagainya.

Mengajarkan pecahan pada siswa
Pengalaman anak tentang pecahan
siswa diberi contoh dengan buah-buahan atau roti yang biasa dibagikan ibu-ibu kepada anak-anaknya. Anak-anak tentu sudah mengalami atau mengenali pecahan. Karena dalam kehidupan sehari-hari mereka sudah ada peristiwa tersebut. Kadang ibu mereka membagi telur asin satu dibagi menjadi dua yaitu siswa itu dengan kakaknya. Peristiwa demikian di dalam rumah merupakan pengalaman tentang pecahan bagi anak. Demikian juga bagi anak-anak kerap kali dihadapkan kepada situasi dimana mereka harus membagi 8 kelereng diantara beberapa anak.
Contoh :
Banyaknya kelereng berwarna hitam ada 3 buah.
Banyaknya kelereng berwarna putih ada 5 buah.
Perbandingan antara kelereng berwarna hitam dengan kelereng berwarna putih ada 3 : 5 atau 3/5.

Untuk lebih akurat dalam pembagian pecahan lebih tepat digunakan bola pimpong sebab bola pimpong kalau dibelah dibelah bisa sama persis. Menurut saya lebih baik menggunakan bola pimpong sehingga siswa mengetahui bahwa pembagian itu harus sama persis. Dari bola tadi siswa mengenali pecahan 1/2 (separoh).

Dari bola pimpong tadi, berpindah ke alat peraga. Alat peraganya bisa menggunakan alat peraga kertas. Supaya anak ikut aktif, hendaknya tiap anak diberikan sehelai kertas dan sebuah gunting.
“Lipatlah kertas menjadi dua bagian yang ama besarnya (lipatannya tepat saling menutupi satu sama lainnya)”.


Anak-anak akan melipat dengan berbagai cara.






Bagian yang diarsir adalah 1/2 (setengah)
Peragaan tersebut dapat dilanjutkan untuk pecahan 1/4, 1/8, 1/3 dan 1/6
seperti gambar dibawah ini.





1/4 1/8 1/3 1/6
Siswa dijelaskan bahwa 1/4 , angka “1 disebut pembilang” sedangkan angka “4 disebut penyebut.

Siswa diajak bermain dengan teropong pecahan.
tiang (terbuat dari kawat)
alas (terbuat dari kayu/triplek, dicat putih)
lubang




1/2 1/4 2/3 2/4




3/4 1/3

Gambar lingkaran-lingkaran pecahan di atas merupakan beberapa
contoh lingkaran pecahan yang menunjukkan 1/2, 1/3, 2/3,1/4, 2/4,3/4.

Banyaknya lingkaran pecahan menurut kebutuhan, sesuai dengan keluasan bilangan pecah yang dipelajari anak.

Kegiatan untuk memahami konsep bilangan pecahan (untuk mempermudah pengucapan, selanjutnya di sebut pecahan) setengah (1/2)
dilakukan seperti berikut :
Ambil pecahan berwarna setengah lalu pasangkan pada tiang penyangga. Tanyakan pada anak, tiang tersebut dibagi menjadi berapa ?
apakah pembagiannya sama besar ?
anak tentu dapat menjawab pertanyaan pertama, tetapi untuk jawaban pertanyaan kedua perlu
dibuktikan kebenarannya.
Untuk membuktikan bahwa pembagian sama besar ambilah lingkaran pecahan setengah tanpa warna, pasang di atasnya dan aturlah hingga garis pembaginya berimpit. Putarlah lingkaran tanpa warna sampai bagian lingkaran, tdinya berimpit berpindah tempat serta garis bagiannya berimpit hal ini menunjukkan bahwa kedua bagian itu sama besar. Jelaskan bahwa bagian yang berwarna itu disebut setengah atau seperdua (dri perubahan kata mulai dari : satu bagian dari dua bagian yang sama → satu dari dua → satu perdua → seperdua) dengan lambang bilangan 1/2.Begitu pula bagian yang tidak berwarna juga disebut 1/2. Karena sama.
Membandingkan dua pecahan (relasi <, =, >).
Misalkan akan membandingkan pecahan 1/2 dengan pecahan 2/3, caranya ambil pecahan setengah berwarna hijau dan pasang di penyangga kemudian ambil pecahan dua pertiga yang berwarna merah, pasang diatas pecahan setengah dan aturlah sehingga salah satu garis pembagi sisi yang berwarna berimpit dan warnanya bertumpuk. Amatilah mana warna yang
lebih luas. Tampak warna hijau lebih sempit dari hijau jadi 1/2 < 2/3




1/2 2/3 1/2 < 2/3




1/2 1/4 1/2 > 1/4







Pecahan yang Ekuivalen








Terlihat bahwa melambangkan bagian yang sama dari keseluruhan lingkaran

disebut pecahan yang ekuivalen, dan dapat dituliskan:


Garis Bilangan
Secara geometris, sistem bilangan real {R} dapat digambarkan dengan garis lurus. Buat garis yang dimulai dari sembarang titik yang dianggap dan ditandai sebagai titik 0. Titik ini dinamakan titik asal (origin), ditulis dengan O. Pada kedua sisi dari O dibuat bagian sama besar (segmen) dengan kesepakatan arah positif disebelah kanan O sedangkan arah negatif disebelah kiri O. Selanjutnya, tuliskan bilangan-bilangan bulat positif 1, 2, 3, … pada masing-masing titik di kanan O dan bilangan-bilangan -1, -2,- 3, … pada titik-titik di sebelah kiri O. Dengan membagi setiap segmen, maka dapat ditentukan lokasi untuk bilangan-bilangan 1/2, misalnya 2 1/2, atau 1 1/2


Oleh karena itu setiap bilangan real merupakan tepat satu titik pada garis lurus dan sebaliknya setiap titik pada garis lurus merupakan satu bilangan real, sehinggagaris lurus sering disebut pula Garis Bilangan Real.
Penempatan Pecahan Dengan Garis Bilangan
Penempatan pecahan ini kita lakukan dengan garis bilangan Gambar di bawah ini menunjukkan pecahan ½ dan ¾ dalam garis bilangan.




Dari garis bilangan di atas, kita tahu bahwa ¾ > ½


PENILAIAN TES FORMATIF

1. Berapakah pembulatan terkecil dari bilangan-bilangan pecahan berikut ini:
a.
b.
c.
d.
e.

Jawaban:
a.

b.  Karena pembilang dan pembagi mempunyai nilai yang sama. Ingat, 12 : 12 = 1.

c.  Sudah merupakan bilangan bulat pecahan yang terkecil.

d.

e.

Perhatikan jawaban pada no.e diatas. Karena pembilang mempunyai nilai yang lebih besar dari pembaginya, maka cara membulatkannya adalah harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1. Carilah angka terdekat dengan angka 33 yang dapat habis dibagi dengan angka 5. Maka kita akan mendapati angka tersebut adalah angka 30.
2. Bagilah angka 30 dengan angka 5, maka hasilnya 6. Ingat, 30 : 5 = 6.
3. Simpan angka 6 tersebut diawal dan dipertengahan bilangan pecahan.
4. Kemudian kurangkan angka 33 diatas dengan angka 30, maka hasilnya adalah 3. Simpanlah angka 3 ini sebagai pembilang yang baru.
5. Untuk pembagi tidak boleh dirubah, yaitu tetap menggunakan angka 5 sebagaimana pada pembagi awal.
6. Maka hasil dari adalah atau bisa juga ditulis dengan 6 3/5.

KBK

TUGAS
KEMAMPUAN BERBAHASA DAN BERSASTRA INDONESIA



Nama : Lita Riswiarti
NIM : 292008211
Kelas : G



1. Pengertian KBK
kurikulum berbasis kompetensi (KBK) diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standart performansi tertentu sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap kompetensi tertentu.
Kurikulum Berbasis Kompetensi diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap, dan minat peserta didik agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan, dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab.
2. Pengertian KTSP
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus
3. Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
4. Standart kompetensi dasar
Kompetensi Dasar adalah merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai- nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu.
5. Standar Kompetensi
Standar Kompetensi adalah merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar
6. Indikator
Indikator adalah merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran

PROFESI KEGURUAN

PASAL 28 ayat 3 Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan secara tegas dinyatakan bahwa ada empat kompetensi yang harus dimiliki guru sebagai agen pembelajaran. Keempat kompetensi itu adalah kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi social.
Jadi kompetensi guru dapat dimaknai sebagai kebulatan penetehuan, keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran.

1. Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkenaan dengan pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Secara substantif kompetensi ini mencakup kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Secara rinci masing-masing elemen kompetensi pedagogik tersebut dapat dijabarkan menjadi subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:
a. Memahami peserta didik. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memamahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidenti- fikasi bekal-ajar awal peserta didik.
b. Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidik-an untuk kepentingan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
c. Melaksanakan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
d. Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Subkompe-tensi ini memiliki indikator esensial: melaksanakan evaluasi (assess-ment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level); dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.
e. Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; dan memfasilitasi peserta didik untuk mengem-bangkan berbagai potensi nonakademik.

2. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Secara rinci setiap elemen kepribadian tersebut dapat dijabarkan menjadi sub kompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:
a. Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai pendidik; dan memeliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
b. Memiliki kepribadian yang dewasa. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai pendidik.
c. Memiliki kepribadian yang arif. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
d. Memiliki kepribadian yang berwibawa. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
e. Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.

3. Kompetensi Profesional
Kompetensi professional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum matapelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru.
Secara rinci masing-masing elemen kompe-tensi tersebut memiliki subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:
a. Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau kohe-ren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antarmata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk me-nambah wawasan dan memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.




4. Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut :
a. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.
b. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan.
c. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

Ia harus memiliki kepekaan lingkungan dan secara terus menerus berdiskusi dengan teman sejawat dalam memecahkan persoalan pendidikan. Guru yang jalan sendiri diyakini tidak akan berhasil, apalagi jikalau dia menjaga jarak dengan peserta didik. Dia harus sadar bahwa inteaksi guru dengan siswa mesti terus dihidupkan agar tercipta suasana belajar yang hangat dan harmonis.

TAKE HOME

NAMA : LITA RISWIARTI
NIM : 292008211
KELAS : G


Take Home Test
IAD

1. Yang dimaksud dengan situasi eksistensi terbuka adalah:
a. Esistensi manusia tidak diselesaikah habis oleh khalik dalam arti manusia menyelesaikan eksistensinya dengan merealisasikan dalam kehidupan.
b. Khalik tidak memprogramkan realisasi eksistensi manusia dalam arti manusia mempunyai kebebasan untuk merealisasika kehidupannya.
Hubungan eksistensi terbuka dengan kebebasan manusia dalam menciptakan kehidupan adalah sangat erat karena ketika kebebasan manusia dibatasi, manusia tidak dapat mempertahankan eksistensinya. Sedangkan ketika manusia ada dalam kebebasan maka kehidupan manusia berkembang dan berubah terus sejalan dengan daya kreatifitasnya.

2. Manusia memiliki keterikatan dengan alam contohnya :
a. Manusia adalah bagian dari alam maksudnya manusia dan alam adalah satu kesatuan ekosistem satu sama lain saling berhubungan erat.
b. Alam merupakan tempat manusia menciptakan kebudayaanya artinya manusia memerlukan alam untuk merealisasikan aktivitas hidupnya .Misalnya bekerja , membangun rumah, dll.
c. Alam merupakan sumber kehidupan bagi manusia, apa yang dibutuhkan oleh manusia ada di alam misalnya makanan,minuman,pakaian, barang tambang,dsb.
d. Manusia menjadi pusat dari alam. maksudnya semua yang ada dialam ini adalah untuk manusia.
e. Alam merupakan suatu sarana untuk dinikmati oleh manusia (rekreasi).

3. komentar saya terhadap teori evolusi Lamark dan Darwin yaitu teori Lamack dengan teori Darwin adalah evolusi sama-sama terjadi karena pengaruh faktor lingkungan. Sedangkan perbedaannya adalah pada yang menyebabkan perubahan makhluk hidup, di mana Lamarck disebabkan oleh kuantitas penggunaan organ tubuh, sedangkan Darwin pada seleksi alam.
pandangan saya terhadap kedua teori tersebut tidak benar dan tidak setuju sebab tidak ada evolusi pada mahkluk hidup. Evolusi pada makhluk hidup merupakan propaganda atau doktrin dari para atheis untuk mengaburkan agama dan Evolusi adalah teori yang gagal. Yang terjadi pada makhluk hidup bukanlah hasil sebuah evolusi sebab : Setiap spesies sudah diciptakan sejak masa penciptaan dan setiap makhluk hidup memiliki genetika (gen) yang berbeda.

4. Medan evolusi manusia adalah bahasa, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, ekonomi dan politik. Saya memilih bahasa.
Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. Bahasa memiliki berbagai definisi. Definisi bahasa adalah sebagai berikut:
a. suatu sistem untuk mewakili benda, tindakan, gagasan dan keadaan.
b. suatu peralatan yang digunakan untuk menyampaikan konsep riil mereka ke dalam pikiran orang lain
c. suatu kesatuan sistem makna
d. suatu kode yang yang digunakan oleh pakar linguistik untuk membedakan antara bentuk dan makna.
e. suatu ucapan yang menepati tata bahasa yang telah ditetapkan (contoh: Perkataan, kalimat, dan lain-lain.)
f. suatu sistem tuturan yang akan dapat dipahami oleh masyarakat linguistik.
Bahasa sangat penting karena dengan adanya bahasa manusia dapat berkomunikasi satu dengan yang lain sehingga dengan komunikasi itu dapat memungkinkan berlangsungnya evolusi kultural atau terciptanya budaya yang semakin berkembang.


5. Pola pikir manusia dalam perkembangan IPA:
a. Zaman kuno:
Pengetahuan dikumpulkan dari kemampuan mengamati dan mebeda-bedakan dan dari hasil percobaan yang sifatnya spekulatif atau “trial and error”. Semua pengetahuan diterima apa adanya.
b. Zaman yunani kuno
Ilmu Pengetahuan berkembang pesat, karena kemampuan rasional bangsa Yunani tinggi. Ilmu pengetahuan ini disempurnakan melalui penyelidikan. Orang mencoba mencari jawab tentang asal usul dan sebab akibat dari segala sesuatu.
c. zaman pertengahan
Pada zaman ini lebih maju disbanding zaman Yunani kuno. Pada zaman ini :
i. menerjemahkan, mengembangkan dan menyebarkan peninggalan bangsa Yunani
ii. mengembangkan metode eksperimen (meluaskan pengamatan dalam bidang kedokteran, obat-obatan, astronomi, kimia dan biologi).
iii. memantapkan pemantapan penulisan bilangan
d. Zaman modern
Pengetahuan yang didapat pada zaman sebelumnya masih diwarnai filsafat, agama dan mistik. Pada zaman modern dikembangkan metode eksperimen yang ditunjang alat yang semakin sempurna dan kemampuan berfikir yang meningkat

6. Yang dimaksud dengan metode ilmiah adalah cara atau prosedur dalam memperoleh ilmu pengetahuan secara ilmiah. Langkah-langkah dalam meetapkan metode ini tidak selalu harus utut, yang penting memecahkan masalah untuk medapatkan kesimpulan umum (GENERALISASI) hanya didasarkan atas data dan diuji dengan data dan bukan oleh keinginan, prasangka, kepercayaan atau pertimbangan lain
Langkah-langkah umum metode ilmiah
a. menentukan dan memberikan batasan kepada masalah
i. masalah yang akan dihadapi harus diketahui dengan pasti
ii. masalah tersebut perlu irumuskan dengan tepat dalam arti mengarahkan dalam mencari data yang relevan untuk memecahkan masalah itu.
b. menentukan hipotesis.
ada 2 pendekatan yaitu:
i. pendekatan induktif yaitu diawali dengan pengumpulan data yang didapat dari observasi dan kemudian menggunakan data ini sebagai dasar perumusan hipotesis
ii. pendekatan deduktif yaiu dimulai dari generalisasi dan menggunakan dalam situasi baru dan fakta-fakta baru.
Keduayaa dapat digunakan dalam pengujian dan pemeriksaan
c. menguji dan mengadakan verifikasai kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dalam ilmu alamiah bersifat sementara dan harus diuji terus menerus sehingga diperoleh kemajuan.
Langkah-lagkah operasional metode ilmiah:
1. perumusan masalah
pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana tentang objek yang diteliti
2. penyusunan hipotesis
dugaan atau jawaban sementara berdasarkan pengetahuan yang ada
3. pengujian hipotesis
usaha mengumpulkan fakta-fakta atau data-data yang relevan
4. penarikan kesimpulan
didasarkan atas penilaian melalui anaisis data atau fakta

7. Hubungan antara iman dan ilmu pengetahuan adalah :
a. Ilmu pengetahuan dan iman merupakan dua instumen penting bagi manusia untuk mental diri, berperilaku, bermasyarakat, berbangsa, bernegara, serta bagaimana manusia memaknai hidup dan kehidupan.
b. Keduanya diperlukan untuk mendorong manusia unuk hidup secara benar.
c. Melalui sains, manusia berhubungan dengan realitas dalam memahami keberadaan diri dan lingkungannya.
d. Iman menyadarkan manusia akan hubungan keragaman realitas tersebut, untuk memperoleh derajat kepastian mutlak, yakni kesadaran akan kehadiran Tuhan.
e. Iman dan Ilmu sudah punya batasan yang jelas, akan tetapi terdapat hubungan dan ketergantungan timbal balik yang amat kuat diantara keduanya.
f. Iman menentukan tujuan, tetapi iman belajar dari ilmu, tentang cara-cara apa yang akan menyumbang pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
g. Ilmu hanya dapat diciptakan oleh mereka yan telah terilhami oleh aspirasi terhadap kebenarn dan pemahaman. Sumber perasaan ini tumbuh dari wilayah iman.
h. Ilmu tanpa iman adalah lumpuh, iman tanpa ilmu adalah buta
Tugas 1 Bahasa dan Sastra Indonesia

1. Apakah arti penalaran? Beri satu contoh penalaran !
Jawab :
Penalaran adalah suatu kegiatan, proses atau aktivitas berpikir yang bertolak dari pengamatan indra untuk menarik suatu kesimpulan yang logis atau membuat suatu pernyataan baru berdasar pada beberapa pernyataan yang diketahui benar ataupun yang dianggap benar yang disebut premis.
Contoh dari penalaran : Semua mahasiswa memiliki ijasah SLTA.
Usman memiliki ijasah SLTA.
Kesimpulannya adalah Usman adalah mahasiswa.
2. Apakah arti dari proposisi serta sebutkan macam – macamnya dan berilah contohya?
Jawab :
Proposisi adalah ungkapan lahiriah dari putusan. Sebagai ungkapan lahiriah dari putusan, proposisi selalu terdiri dari rangkaian kata – kata yang berfungsi sebagai subyek dan predikat ini senantiasa berbentuk pengakuan atau pengingkaran semata tentang sesuatu yang lain. Maka proposisi dapat dirumuskan sebagai pernyataan yang didalamnya manusia mengakui atau mengingkari sesuatu tentang sesuatu yang lain.

Macam – Macam Proposisi
A. Ditinjau dari Segi Bentuk
Ditinjau dari segi bentuk, proposisi dapat dibedakan atas :
1. Proposisi tunggal
Proposisi tunggal yaitu proposisi yang hanya mengandung sebuah peryataan.
Contoh : Makhluk hidup dapat berkembangbiak
Proposisi tunggal berdasarkan kuantitas dan kualitasnya dapat dibedakan atas 4 macam yaitu sebagai berikut.


a. Proposisi universal afirmtif ( A )
Proposisi universal afirmatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengiyakan adanya hubungan subyek dengan predikat, dirumuskan berikut ini. “Semua S adalah P “.
Berdasarkan perbandingan luas term, dapat dibedakan atas dua macam :
• Proposisi universal afrimatif ekuivalen
Ialah pernyataan umum mengiyakan yang antara subjek dan predikat merupakan suatu persamaan yakni semua anggota subjek adalah anggota predikat dan semua anggota predikat adalah subjek.
Contoh : Semua makhluk hidup bernafas
• Proposisi universal afrimatif implikasi
Ialah pernyataan umum mengiyakan yang semua subjek merupakan bagian dari predikat, yakni semua anggota menjadi himpunan bagian dari predikat.
Contoh : Semua meja adalah kayu
b. Proposisi universal negatif ( E )
Proposisi universal negatif adalah pernyataan bersifat umum yang mengingkari adanya hubungan subyek dengan predikat, dirumuskan berikut ini. “ Semua S bukan P “.
Berdasarkan perbandingan luas term, hanya ada satu bentuk, yaitu berbentuk eksklusif sehingga lengkapnya disebut universal negative eksklusif, yaitu pernyataan umum yang mengingkari, berarti antara subjek dan predikat tidak ada hubungan.
Contoh : Semua meja bukan kursi
c. Proposisi partikular afirmatif ( I )
Proposisi partikular afirmatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengiyakan adanya hubungan subyek dengan predikat. Dirumuskan sebagai berikut. “ Sebagian s adalah P “.
Berdasarkan perbandingan luas term, dapat dibedakan atas dua macam yaitu particular afrimatif inklusif dan particular afirmatif implikasi.

• Proposisi particular afrimatif inklusif
Ialah pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian subjek merupakan bagian dari predikat, yakni ada anggota subjek meerupakan bagian dari predikat dan ada anggota predikat yang menjadi bagian subjek.
Misalnya : Sebagian rakyat Cina adalah keturunan asing.
• Proposisi particular afrimatif implikasi
Ialah pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian dari subjek merupakan suatu predikat, yakni ada sebagian anggota subjek yang menjadi himpunan predikat.
Contoh : Sebagian rakyat Indonesia adalah warga Partai PDI
d. Proposisi partikular negatif ( O )
Proposisi partikular negatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengingkari adanya hubungan subyek dengan predikat. Dirumuskan sebagai berikut. “ Sebagian S bukan P “.
Berdasarkan perbandingan luas term terdapat dibedakan atas dua macam : particular nagatif inklusif dan particular negative implikasi
• Partikular negative inklusif
Ialah pernyataan khusus mengingkari yang sebagian subjek tidak merupakan bagian dari prediakt, yakni ada sbagian subjek yang tidak termasuk predikat dan ada sebagian predikat yang tidak termasuk subjek.
Contoh : Sebagian Sarjana Pembangunan bukan ahli Pembangunan
• Proposisi particular negative implikasi
Ialah pernyataan khusus mengingkari yang sebagian dari subjek tidak merupakan suatu predikat, yakni ada sebagian subjek yang bukan anggota predikat dan semua anggota predikat merupakan bagian dari subjek.
Contoh : Sebagian orang hitam bukan bangsa Afrika
2. Proposisi majemuk
Proposisi majemuk adalah ialah proposisi yang mengandung lebih dari sebuah pernyataan.
Contoh : Rina adalah anak yang rajin dan pandai
Proposisi tersebut sama dengan dua buah proposisi yaitu :
1. Rina adalah anak yang rajin
2. Rina adalah anak yang pandai
Proposisi majemuk dibedakan atas :
a. Proposisi majemuk kopulatif
Yaitu proposisi yang dibentuk lebih dari satu proposisi afirmatif.
b. Proposisi majemuk remotif
Yaitu proposisi majemuk yang dibentuk oleh lebih dari satu proposisi negatif.
B. Ditinjau dari Materinya
Ditinjau dari materinya, proposisi dapat dibedakan atas :
1. Proposisi analitik
Yaitu proposisi yang P nya merupakan keharusan bagi S nya.
Contoh : Nanda adalah manusia. Nanda ( S ) tidak bisa tidak pasti manusia (P).
2. Proposisi sintetik
Yaitu proposisi yang P nya bukan merupakan keharusan dari S.
Contoh : Nanda kurus. Kurus bukan suatu keharusan bagi Nanda.
C. Ditinjau dari Kualitasnya
Ditinjau dari kualitasnya, proposisi dibedakan atas :
1. Proposisi afirmatif
Proposisi afirmatif ialah proposisi yang bersifat menetap.
Contoh : Sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian pedagang
2. Proposisi negative
Proposisi negatif ialah proposisi yang bersifat mengingkari.
Contoh : Sebagian kecil penduduk Indonesia bermata pencaharian bukan pedagang
D. Ditinjau dari kuantitasnya ( kuantitornya )
Dilihat dari kuantitasnya, proposisi itu dibedakan atas :
1. Proposisi universal
Proposisi universal ialah proposisi yang menakup semua lingkungan subjek.
Contoh : Semua siswa SMP sragam nasionalnya biru putih.
Proposisi terbagi lagi menjadi 2 yaitu
• Proposisi Universal positif
Contoh : Semua makhluk hidup pasti bergerak
Kopulanya mengakui hubungan subjek dan predikatnya secara keseluruhan
• Proposisi universal negative
Contoh : Semua pedagang bukan orang
Proosisi universal negative berdasarkan perbandingan luas term, hanya ada satu bentuk, yaitu berbentuk eksklusif sehingga lengkapnya disebut universal negative eksklusif, yaitu pernyataan umum mengingkari yang berarti antara subjek dan predikat tidak ada hubungan.
Contohnya : Semua rakyat Indonesia tidak mengikuti ajaran Atheisme.
2. Proposisi patrikular
Proposisi particular ialah proposisi yang mencakup sebagian saja dari lingkungan subjek.
Contoh : Beberapa anak dari Desa Lamongan sakit demam berdarah.
• Proposisi particular positif
Contoh : Sebagian Guru adalah orang pandai
Kopulanya mengakui hubungan subjek dan predikatnya secara sebagian saja.
• Proposisi Partikular negative
Misalnya : Beberapa siswa sd tidak masuk sekolah.
3. Proposisi singular
Proposisi singular ialah proposisi yang menjelaskan individu manusia atau benda.
Contoh : Pak Pani adalah seorang pedagang
Proposisi singular terbagi lagi menjadi 2, yaitu
• Prorposisi Singular positif
Contoh : Atik adalah seorang ibu rumah tangga.
Kopulanya mengakui hubungan subjek dan predikat secara keseluruhan.
• Partikular Singular Negatif
Contoh : Riri dan Rani tidak pernah belajar Biologi.
E. Ditinjau dari relasinya
Ditinjau dari relasinya, proposisi dapat dibedakan atas :
1. Proposisi kategoris
Ialah proposisi yang berhubungan antara S( Subjek ) dan P ( Prredikat ) nya tidak mengisyaratkan apa – apa dan boleh menerima kemungkinan apa saja secara tidak terbatas.
Contoh : Semua siswa mematuhi tata tertib.
2. Proposisi hipotesis
Ialah proposisi yang hubungan antara S dan P ditentukan oleh syarat.
Contoh : Apabila kamu rajin belajar pasti naik kelas.
3. Proposisi disjunktif
Ialah proposisi bagi S merupakan alternative atau salah satu dari P.
Contoh : Amir atau Yusuf adalah pemain sepak bola.
Amir adalah pemin sepak bola, atau
Yusuf adalah pemain sepak bola.
3. Definisi adalah pernyataan yang tepat mengenai suatu kata atau pernyataann mengenai ciri - ciri penting suatu hal, dan biasanya lebih kompleks dari arti, makna, atau pengertian suatu hal.
Macam – macam difinisi beserta contohnya :
a. Definisi nominal
Adalah menjelaskan sebuah kata dengan kata lain yang lebih umum dimengerti. Dalam defiisi ini suatu kata dibatasi dengan kata yang lain yang merupakan sinominnya, dengan terjemahannya, atau dengan menunjukkan asal katanya.
Contoh : Binatang bertulang belakang adalah binatang yang dalam bahasa latih disebut vertebrata.

b. Definisi Formal / logis
Definisi ini sering digunakan dalam karangan ilmiah. Dalam definisi ini, suatu istilah dikeluarkan dari genus dan spesiesnya. Suatu definisi formal selalu terdiri dari dua ruas yaitu bagian yang didefinisikan yang disebut definiendum dan bagian yang mendefinisikan yang disebut satu nada.
Contoh : 1. sendok – untuk makan – terbuat dari aluminium
2. Siter adalah alat musik tradisional yang dipetik
c. Definisi Operasional
Adalah penjelasan dengan cara menegaskan langkah – langkah pengujian serta menunjukkan bagaimana hasil yang dapat di amati.
Definisi ini menunjukkan kepada kita apa yang harus kita lakukan dan bagaimana melakukannya, apa yang harus diukur dan bagaimana mengukurnya. Definisi ini kita perlukan terutama jika kita mengadakan penelitian yang berhubungan dengan hal – hal yang tidak dapat diamati atau diukur secara langsung seperti hasil belajar, kemampuan menalar, dan intelegensi.
Contoh : Kemampuan berbahasa adalah skor yang diperoleh dalam Tes Kemampuan Berbahasa.
d. Definisi Luas
Merupakanuraian panjang lebar yang mungkin terdiri dari satu paragraph, satu sub bab, bahkan meliputi satu karangan. Definisi ini diperlukan jika berhadapan dengan suatu konsep yang rumit yang tidak mungkin dijelaskan dengan kalimat pendek.
Contoh : Flamboyan termasuk keluarga polongan. Bunganya berbentuk kupu – kupu, berwarna merah menyala, jingga, atau putih. Pohonnya tinggi cabangnya banyak dan lebar. Ranting – rantingnya penuh daun berkarang yang rimbun. Pada musim berbunga, daun – daun itu rontok dan digantikan oleh karang bunga yang indah. Pohon flamboyan banyak ditanam di tepi jalan raya sebagai peneduh dan penghias lingkungan.



Tugas 2 Bahasa dan Sastra Indonesia

Proposisi Universal
1. A






Semua mamalia menyusui.
Semua tumbuhan mempunyai daun.




Semua mahasiswa adalah cendikiawan.
Semua pelukis adalah seniman.







2. E






Semua meja bukan kursi.
Semua laki –laki bukan perempuan.

Proporsi universal particular


3. I




Sebagian burung bisa terbang.
Sebagian hewan adalah unggas.






Sebagian penduduk Indonesia adalah Konghucu.
Sebagian penduduk Sumatra adalah orang Jawa.








Sebagian dosen UNES adalah orang Semarang.
Sebagian kucing adalah hewan.






Sebagian bilangan cacah adalah bilangan genap.
Sebagian dosen UKSW sudah menikah.

4. O





Sebagian sopir bukan kernet.
Sebagian buah tidak berasa masam.















Sebagian kendaraan tidak beroda dua.
Sebagian bilangan cacah bukan bilangan ganjil.






Sebagian warga Jakarta bukanlah laki – laki.
Sebagian orang tidak berambut kriting.










Tugas 3 Bahasa dan Sastra Indonesia

E ( S ) E ( B / S)

1. AB O ( S ) 1. AS O ( B )

I ( B ) I ( B / S)


A ( S ) A (B/ S)

2. EB I ( S ) 2. ES I ( B )

O ( B/S ) O ( B / S)



A ( B / S ) A ( S )

3. IB E ( S ) 3. IS E ( B )

O ( S / B ) O ( B )


A ( S ) A ( B )

4. OB I ( B/S ) 4. OS I ( B )
E ( B/S) E ( S )

Tugas 4 Bahasa dan Sastra Indonesia

Tentukan penyimpulan yang valid
1. Tiada kerbau yang tidak bertanduk ( As-p )
a. Ada kerbau tidak bertanduk O s – p S
b. Setiap bertanduk kerbau A p – s B/S
c. Ada yangbertanduk kerbau I p – s B
d. Salah semua kerbau bertanduk O s – p S

2. Salah setiap serangga melata ( Es-p )
a. Ada yang melata bukan serangga O p – s B/ S
b. Sebagian serangga melata I s – p B/S
c. Sebagian serangga tidak melata O s – p B
d. Salah sebagian serangga melata O s – p S



3. Ada sing adalah song ( Is-p )
a. Ada song adalah sing I p – s B
b. Ada song bukan sing O p – s B/S
c. Tiada song bukan sing E p – s S
d. Salah ada song adalah sing E p – s S




Tugas 5 Bahasa dan Sastra Indonesia
Tentukan valid tidaknya silogisme berikut ini. Kemudian bila tidak valid tentukan B/S atau S
1. Setiap orang yang bersalah dihukum.
Antasari Azhar dihukum.
Jadi Antasari Azhar dihukum.
A Pd - Mu 2x
A Sd – Mu Invalid
A Sd – Pu

2. Semua penjahat tidak masuk surga.
Perampok adalah penjahat.
Jadi perampok tidak naik surga.
E Md – Pd
A Sd – Mu Valid
E Sd - Pd

3. Semua perampok orang jahat.
Guru bukan perampok.
Jadi guru bukan orang jahat.
A Md – Pu
E Sd – Md Invalid
E Sd – Pd



4. p > q B
q B
p B/S


5. p > q B
p B
q B/S
6. p > q B
q B
p B

7.  ( p > q ) B
q B
p S

8. p > q B
q B
P B

9. p > q B
q B
p B

TABEL KEBENARAN
P Q -p -q p v q - ( pvq ) p > q -( p > q ) p ^q -( p ^ q ) -p > q p > - q
B B S S B S B S B S S S
S B B S B S B S S B B S
B S S B B S S B S B S B
S S B B S B B S S B S S


TUGAS 6 BAHASA INDONESIA

1. Hitam atau putih (p v q)
a. Nah, putih jadi bukan hitam.
b. Ternyata hitam mungkin juga putih.
c. Ternyata putih jadi juga hitam.
2. Tidak benar Parno dan Parni pacaran.
a. Parni tidak pacaran jadi Parno lah yang pacaran.
b. Parno tidak pacaran jadi Parni lah yang pacaran.
c. Parno tidak pacaran maka Parni lah yang pacaran.
d. Parni tadak pacaran maka Parno juga tidak.

Jawab :
1. a. p v q B
p B
- q B/S

b. p v q B
q B
- p B/S

c. p v q B
p B
q B/S

d. p v q B
q B
p B/S

2. a. – ( p ^ q ) B
- q B
P B/S
b. – ( p ^ q ) B
-p B
q B/S

c. – ( p ^ q ) B
- p B
-q B/S
d. – ( p ^ q ) B
- q B
- p B /S












TUGAS BAHASA INDONESIA

1. Jelaskan pengertian paragraph !
2. Buatlah skema atau bagan jenis – jenis paragraph !
3. Kerjaka latihan yang terdapat pada makalah 1
4. Buatlah
a. Contoh paragraf deduktif, argumentatif menggunakan pola perbandingan pertentangan
b. Contoh paragraph induktif, ekspositaris menggunakan pola contoh atau proses
Jawab :
1. Paragraf adalah karangan singkat yang berisi sebuah pikiran, dan didukung oleh himpunan kalimat yang saling berhubungan untuk membentuk sebuah gagasan yang mana kalimat pertama diawali dengan huruf besar dan agak menjorok ke kanan.
2.

Skema paragraf
Transisi
PU ( Pikiran Utama )
PP ( Pikiran Penjelas )

Penegas


Transisi
Transisi adalah penghubung antar paragraf. Penghubung ini bisa berupa kata,
kelompok kata, atau kalimat. Kata sambung antarkalimat seperti akan tetapi,
dengan demikian, jadi, dan oleh sebab itu dapat digunakan sebagai transisi.
Pikiran Utama (PU)
Pikiran utama adalah inti persoalan atau gagasan yang ingin disampaikan
dalam paragraf. Pikiran utama ini bisa terdapat secara tersurat dalam kalimat
tertentu, bisa juga tersirat dalam keseluruhan uraian dalam paragraf
bersangkutan.
Pikiran Penjelas (PP)
Pikiran penjelas adalah rincian atau uraian pikiran yang menjelaskan gagasan atau inti
persoalan (PU). Karena merupakan penjelas, PP biasanya terdiri atas beberapa kalimat.
Penegas
Penegas adalah bagian paragraf yang menegaskan inti persoalan atau pikiran utama
dalam paragraf. Fungsi penegas ada dua, yaitu sebagai pengulang atau penegas PU
dan sebagai unsur yang menambah daya tarik sebuah paragraf, menghindarkan
kejemuan pembaca (Tarigan, 1981: 20).






Skema jenis – jenis paragraf
















I. Paragraph berdasarkan posisi / letak kalimat topik
a. Paragraf deduktif
paragraf yang dimulai dengan inti uraian yang kemudian diikuti penjelasan. Dengan kata
lain, pikiran utamanya diletakkan di awal kemudian diikuti pikiran penjelas. Atau paragraf yang kalimat topiknya terletak pada awal paragraph.
b. Paragraf induktif
Paragraf dengan pola induktif merupakan kebalikan dari deduktif, yaitu keterangan atau pikiran penjelas diletakkan di awal kemudian diakhiri dengan inti uraian atau pikiran utama.
c. Paragraf deduktif – induktif
Paragraf yang kalimat topiknya terletak pada awal dan akhir paragraph atau
Paragraf campuran atau deduktif-induktif dimulai dengan inti uraian (pikiran utama), diikuti penjelasan (pikiran penjelas), dan diakhiri dengan penegasan atau pengulangan inti uraian.
d. Paragraf ineratif
Yaitu paragraf yang memiliki kalimat topik di tengah paragraf.
e. Paragraf deskriptif/naratif atau penuh kalimat topik
Adalah paragraf yang tidak secara jelas menampilkan kalimat topiknya. Karena tidak jelas kalimat topiknya, ada orang yang menyebutnya sebagai paragraf tanpa kalimat topik. Walaupun kalimat topiknya tidak jelas, paragraf tersebut tetap memiliki topik atau pikiran utama yang berupa intisari paragraf.
II. Paragraph berdasarkan isi
a. Paragraf naratif
Adalah paragraf yang bersifat atau berhubungan dengan karangan jenis narasi. Narasi adalah jenis karangan yang isinya mengisahkan kehidupan seseorang.
b. Paragraf deskriptif
Adalah paragraf yang isinya menggambarkan keadaan sesuatu atau suasana tertentu, atau yang isinya membeberkan hal orang, benda, keadaan, sifat, atau keadaan tertentu.


c. Paragraf ekspositoris
Adalah paragraf yang berisi pemaparan sesuatu sehingga pembaca memperoleh wawasan atau pengetahuan yang disampaikan oleh penulis. Untuk mengkonkretkan pemaparannya, penulis mengemukakan contoh-contoh, bukti-bukti, atau proses sesuatu yang dikemukakannya.
d. Paragraf argumentative
Adalah paragraf yang isinya meyakinkan pembaca dengan mengemukakan bukti-bukti konkret atau fakta-fakta yang konkret.
e. Paragraf persuasi
Adalah paragraf yang isinya mempengaruhi atau membujuk pembacanya untuk mengikuti apa yang disarankan oleh penulisnya
III. Berdasarkan fungsi dalam karangannya
a. Paragraf pembuka
Adalah paragraf dalam karangan tertentu yang berfungsi membuka atau mengawali pembahasan dalam karangan tersebut.
b. Paragraf penutup
Adalah paragraf dalam karangan tertentu yang berfungsi menutup atau mengakhiri pembahasan.
c. Paragraf penghubung atau paragraf pengembang
Adalah paragraf yang terdapat di antara paragraf pembuka dan paragraf penutup, yang jumlahnya tidak tertentu dan berfungsi mengembangkan gagasan dalam pembahasan persoalan dalam karangan itu.


IV. BERDASARKAN POLA PENGEMBANGANNYA
a. Paragraf definisi
Adalah paragraf yang menjelaskan sesuatu dengan jelas dengan konjungsi ( adalah, ialah, yaitu ) yang tepat agar gampang dimengerti.
b. Paragraf Pola sebab-akibat/akibat-sebab
yaitu pengembangan paragraf yang disajikan dengan memaparkan berbagai sebab terjadinya suatu hal dikombinasi dengan akibat yang ditimbulkan, atau sebaliknya.
c. Paragraf fungsional
mempunyai kegunaan tertentu untuk sang penulis.
d. Paragraf kausal
menunjukkan hubungan sebab­akibat dalam suatu kejadian.
e. Paragraf spasial
menulis yang berhubungan dengan tempat tertentu dan menggambarkannya
f. Paragraf perbandingan
membandingkan sesuatu untuk menemukan perbedaan atau persamaan.
g. Paragraf kronologi
mempunyai catatan waktu yang jelas.

3. Kasus 1
Meja merupakan salah satu alat yang banyak fungsinya. Misalnya kegunaan meja itu sendiri yaitu sebagai meja makan, alas untuk menulis dsb. Meja juga terbuat dari berbagai macam bahan seperti kayu, kaca, besi. Tidak sedikit orang yang mempunyai meja. Bahkan setiap rumah, kantor, pasti tersedia banyak meja. Jadi meja merupakan salah satu alat yang sangat dibutuhkan oleh semua orang dan memiliki banyak fungsi.
( Ria Kurniasari Nim 302007061 )


Analisis kesalahan :

a. Untuk kalimat pertama huruf pertama salah, seharusnya agak sedikit menjorok ke kanan.
b. Dalam paragraf di atas juga tidak memiliki kesatuan dan koherensi karena ada kalimat yang sangat jauh hubungannya dengan pikiran utama.
c. Pada kalimat pertama penulis membahas tentang meja tetapi setelah membaca kalimat ke-3 ternyata penulis tiba – tiba berbicara tentang “ meja juga terbuat dari berbagai macam bahan seperti kayu, kaca, besi “
d. Dalam suatu paragraf hendaknya semua kalimat harus saling berhubungan dan semuanya menjelaskan pikiran utama, atau bertumpu pada gagasan utama namun pada paragraph di atas hal tersebut tidak ditemukan.
e. Tanda baca dalam paragraf tersebut kurang tepat misalnya pada “ kayu, kaca, besi “ seharusnya kayu, kaca dan besi.

Kasus 2
Meja adalah suatu benda yang sangat berguna di dalam kehidupan kita. Ada banyak jenis – jenis meja dan bahan untuk membuatnya, contohnya : meja makan, meja belajar, meja rias, dll. Bahan untuk membuatpun bermacam – macam ada dari kayu, plastic, fiber, dll. Kegunaanya pun hanya seperti untuk menulis, makan, dll.
( Wahid Jadmiko, tanpa menuliskan Nim )

Analisis kesalahan :
a. Dalam paragraf di atas tidak memiliki kesatuan dan koherensi karena ada kalimat yang sangat jauh hubungannya dengan pikiran utama.
b. Untuk kelengkapan paragraph tersebut tidak memiliki kelengkapan karena paragraph tersebut tidak menunjang kalimat topic atau kalimat pertama.
c. Pada kalimat pertama penulis membahas tentang kegunaan meja tetapi setelah membaca kalimat ke-2 ternyata penulis tiba – tiba berbicara tentang “jenis – jenis meja dan bahan untuk membuatnya”.
d. Dalam suatu paragraf hendaknya semua kalimat harus saling berhubungan dan semuanya menjelaskan pikiran utama, atau bertumpu pada gagasan utama namun pada paragraph di atas hal tersebut tidak ditemukan.

Kasus 3
Papan Tulis
Warna hijau tuanya semakin lama kian memudar. Ketika satu persatu batang kapur digoreskan. Namun disanalah tempat guru dan siswa menuliskan. Berjuta kata yang hendak digunakan. Berjuta kata yang hendak digunakan. Dalam memperlancar proses belajar dan mengajar.
( Puspitan Sari, Nim. 292006717 )

Analisis kesalahan :
a. Huruf pertama pada kalimat pertama seharunya sedikit menjorok ke kanan.
b. Paragraf di atas tidak mempunyai kalimat utama. Karena pikiran utama tersebar diseluruh kalimat yang membangun paragraph tersebut. Bentuk ini biasanya digunakan dalam karangan yang berbentuk narasi ( berbentuk cerita ) atau diskriptif ( berbentuk lukisan ).

Kasus 4
Di ruang kelas A 105 ada beberapa macam benda didalamnya antara lain papan tulis, meja, kursi, OHP dll. Papan tulis yang berwarna hijau dan berbentuk persegi panjang dapat digunakan untuk menulis, papan tulis terletak di depan kelas. Selain papan tulis juga ada kursi – kursi yang digunkan untuk duduk mahasiswa pada waktu mengikuti kuliah. Ruang kelas sangat terang karena ada lampu yang menyala supanya kuliah dapat berjalan dengan baik meskipun waktu menjelang malam.
( Rubiyatun, Nim. 292006728 )



Analisis kesalahan :

a. Paragraf tersebut tidak memiliki struktur kata yang baik.
b. Dalam penggunaan kata “ di ” yang menunjukkan tempat, daerah ataupun kota seharusnya dipisah tapi dalam paragraph tersebut kalimat pertama kata “ di “ tidak dipisah.
c. Paragraf di atas tidak mempunyai kalimat utama. Karena pikiran utama tersebar diseluruh kalimat yang membangun paragraph tersebut. Bentuk ini biasanya digunakan dalam karangan yang berbentuk narasi ( berbentuk cerita ) atau diskriptif ( berbentuk lukisan ).



4.CONTOH PARAGRAF
Contoh paragraf argumentatif :
Memilih SMA tanpa pertimbangan yang matang hanya akan menambah pengangguran karena pelajaran di SMA tidak memberi bekal bekerja. Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulusan SMP tidak latah masuk SMA. Kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi sebaiknya memilih SMK. Dia mengingatkan sejumlah risiko bagi lulusan SMP yang sembarangan melanjutkan sekolah. Misalnya, lulusan SMP yang tidak mempunyai potensi bakat-minat ke jalur akademik sampai perguruan tinggi, tetapi memaksakan diri masuk SMA, dia tidak akan lulus UAN karena sulit mengikuti pelajaran di SMA. Tetapi tanpa lulus UAN mustahil bisa sampai perguruan tinggi.
Contoh paragraf ekspositoris :
Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas. Penyakit Asma paling banyak ditemukan di negara maju, terutama yang tingkat polusi udaranya tinggi baik dari asap kendaraan maupun debu padang pasir. Sampai saat ini penyebab penyakit asma belum diketahui secara pasti meski telah banyak penelitian oleh para ahli. Tapi diperkirakan disebabkan oleh faktor keturunan, alergi, kelainan dan lingkungan.
Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :
- Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma.
- Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
- Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
- Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
- Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan. Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya. Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.Jadi dapat disimpulkan bahwa penyakit Asma digolongkan penyakit taraf berat oleh karena itu harus menjaga kondisi tubuh yag baik dan menjaga saluran pernafasan.






PORTOFOLIO BAHASA INDONESIA

Tugas ini disusun untuk memenuhi
tugas akhir bahasa Indonesia







Disusun oleh:
Nama : Lita Riswiarti
Nim : 292008211
Kelas : G


S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
2008
SAINS DITINJAU DARI ALKITAB
DAN HUBUNGANNYA DENGAN
IMAN KRISTEN



KARYA TULIS
Diajukan Kepada Akademi Theologia Alkitab Salatiga
Untuk Memenuhi Sebagian Tugas-Tugas Akhir
Guna Menyelesaikan Studi Program Diploma III Theologia
















Oleh : Elkana Widiantoro


NIM :



AKADEMI THEOLOGIA ALKITAB SALATIGA
2010
Di terima dan disahkan oleh pembimbing Karya Tulis Diploma III (D III) Theologia pada Akademi Theologia Alkitab Salatiga untuk melengkapi tugas-tugas akhir dan menyelesaikan studi program Diploma III Theologia.







KONSULTAN PEMBIMBING


Pdt. Paulus Suyatno, S.PAK (_______________)

Nilai:______________




Mengetahui

PIMPINAN AKADEMI THEOLOGIA ALKITAB SALATIGA





Pdt. G.A Pandjaitan, S.Th
Pimpinan





MOTTO
“Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang” (Amsal 23:18)

“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugrahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku” (1 kor 15: 10).













































Kupersembahkan kepada:
Bapak, Ibuku yang tercinta, adik – adikku yang paling kusayangi, Natanael, Ariel, calon istriku yang kucintai dik Lita Riswiarti, dan rekan-rekan pelayan Tuhan angkatan XXXVI, XXXVII ATHAS-SAS








KATA PENGANTAR

Oleh anugrah Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan berkat dan rahmat-Nya Kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul:
“SAINS DITINJAU DARI ALKITAB DAN
HUBUNGANNYA DENGAN IMAN KRISTEN”
Adapun karya tulis ini penulis susun guna melengkapi tugas akhir dan syarat untuk memperoleh gelar Diploma III pada Akademi theologia Alkitab Salatiga. Penulis menyadari bahwa terselesaikannya karya tulis ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari semua pihak baik secara moril maupun materiil. Oleh sebab itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Yang terhormat, Bapak Pdt. G. A. Pandjaitan, S. Th, selaku pimpinan harian Akademi Theologia Alkitab Salatiga.
2. Yang Terhormat Pdt. Paulus Suyatno S. PAK, yang telah membimbing dalam penyusunan karya tulis ini.
3. Yang terhormat, ……………………………. selaku wali tingkat III yang banyak memberi dukungan serta motivasi kepada penulis.
4. Yang tercinta Bapak dan Ibu yang selalu mendoakan, memberikan nasehat-nasehat serta cinta kasih, dan dukungan dalam segala hal kepada penulis.
5. Yang tersayang saudara-saudaraku. Natanael Nugroho dan Ariel Susanto. Kalian sumber inspirasiku.
6. Yang tersayang dan tercinta, dik Lita Riswiarti yang selalu memberikan dukungan secara moril juga dengan senang hati meminjamkan “KTM” bahkan setia menemani penulis dalam mencari buku di Perpustakaan UKSW, menulis, sampai karya tulis ini berhasil diselesaikan. Terima Kasih dik buat buku-bukunya dan cintanya.
7. Yang terkasih rekan-rekan kelompok I, yang selalu menghibur dan memberikan semangat kepada penulis.
8. Yang terkasih rekan-rekan Asrama Kanaan
9. Yang terkasih rekan-rekan tingkat III. Amran, Debrita, Sarah, Inge, Kak Noni, Desi, Bp. Lamhot, Lexy, Roni dan Yumi.
10. Yang terkasih Jemaat dan rekan-rekan kaum muda remaja GPdI Porot yang tidak henti-hentinya mendukung dalam doa.
Akhir kata, penulis mengharapkan kiranya karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca sekalian. Tuhan Yesus Kristus memberkati.




Salatiga, mei 2010

Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

Dalam bagian pendahuluan ini akan dibahas tentang latar belakang masalah, penjelasan istilah-istilah judul, tujuan penulisan, rumusan masalah, hipotesa dan sistematika penulisan. Hal tersebut di terangkan sebagai berikut :

Latar Belakang Masalah
Sains sebagai salah satu disiplin ilmu yang mengalami perkembangan begitu pesat pada masa dewasa ini mambawa dampak yang luar biasa dalam berbagai segi kehidupan. Sains dipakai dan diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, itulah sebabnya dimasa-masa sekarang ini kita banyak menjumpai orang-orang yang berintelektual, ini disebabkan karena tututan perkembangan sains itu sendiri.
Sebagai akibat dari perkembangan sains itu sendiri masyarakat Indonesia dewasa ini telah banyak “Bermin-main” dengan alat teknis modern. Akan tetapi pemakaian alat-alat tersebut tanpa dibarengi sikap ilmiah.
Bagi orang beriman persoalan tidak berhenti sampai disini. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern dan agama, selain mendukung dan memajukan, juga saling menghambat. Bagi sementara orang beriman, beberapa hasil ilmu pengetahuan seakan-akan merusak akar hidup keagamaan. Keith Wilkes dalam bukunya menyebutkan : Para teolog dan juga orang-orang awam yang berpendidikan perlu memikirkan kembali artinya secara mendalam: apa itu agama, bahasa dan bidang khusus keagamaan, hubungan antara cara ilmiah dan cara keagamaan untuk mengucapkan kebenaran”.
Sikap yang baik dan responsif tapi juga kolektif dari orang-orang beriman terhadap perkembangan sains sangat diperlukan agar tidak saling berbenturan. Karya Tulis ini memberikan pemahaman yang benar tentang sains dari sisi kebenaran Firman Allah.
Penjelasan Istilah-Istilah Judul
Untuk memberi gambaran yang lebih jelas mengenai karya tulis ini, maka penulis akan menjelaskan istilah-istilah judul yang dipakai agar dapat di mengerti dan di pahami.
Istilah-istilah judul yang akan penulis jelaskan adalah sebagai berikut:
Kata “sains” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “ilmu pengetahuan pada umumnya; ilmu pengetahuan alam; pengetahuan sistematis tentang alam dan dunia fisik, termasuk didalamnya zoology, botani, fisika, kimia, geologi dan sebagainya”
Kata “ditinjau” berarti “memperhatikan, memeriksa (untuk mempelajari) sedangkan kata “Alkitab” berati “Kitab suci agama Kristen, terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru”
Iman Kristen berarti percaya dan meyakini bahwa Yesus satu-satunya pribadi yang lahir, mati, bahkan dibangkitkan dan naik ke sorga sebagai pribadi yang menyelamatkan umat manusia dan menciptakan seluruh alam semesta.
Dengan demikian “Sains Ditinjau dari Alkitab dan Hubugannya Dengan Iman Kristen” dapat diartikan Ilmu Pengetahuan yang mencakup segala bidang dipelajari dengan cermat dari secara keseluruhan Alkitab agar diketahui hubungannya atau relasinya dengan kepercayaan dan keyakinan terhadap Tuhan Yesus Kristus.
Alasan Pemilihan Judul
Penulis memilih judul “Sains Ditinjau dari Alkitab dan Hubugannya Dengan Iman Kristen” karena penulis melihat perkembangan sains yang begitu pesat dalam berbagai bidang kehidupan dan penulis ingin memahami makna sains yang benar agar dapat memajukan pekerjaan Tuhan.

Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam karya tulis ini adalah : pertama sains yang berkembang pesat dalam masyarakat modern dianggap bertentangan dengan Alkitab. Kedua Sains yang berkembang saat ini dirasa menggeser nilai-nalai iman dalam kehidupan orang percaya.
Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan ini, dibagi ke dalam beberapa bagian yaitu : pertama, untuk memberikan deskripsi yang benar mengenai sains dan deskripsi tentang sains menurut Alkitab. Kedua, untuk memberikan pemahaman yang benar tentang hubungan sains dengan iman Kristen.
Hipotesa
Hipotesa yang penulis ajukan dalam penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut : Sains bukanlah suatu disiplin Ilmu yang bertentangan dengan Firman Tuhan (Alkitab) dan tidak menggeser iman orang percaya terhadap Tuhan Yesus Kristus sebagai pencipta seluruh alam semesta.

Metode Penulisan
Metode penulisan yang penulis kerjakan adalah bersifat studi buku, metode-metode tersebut adalah :
Metode Kepustakaan
Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data-data melalui buku-buku daftar kepustakaan, sehingga penulis dapat melengkapi penyusunan karya tulis ini dengan baik.
Metode Menarik Kesimpulan
Metode ini ialah penarikan kesimpulan berdasarkan prosedur awal. Dalam hal ini penulis memakai studi induktif yaitu : mencapai suatu kesimpulan setelah terlebih dahulu mengumpulkan data-data. Dari data-data itulah penulis di pimpin untuk mencapai kesimpulan dari khusus ke umum dan di bentangkan secara logis.
Sistematika Penulisan
Yang dimaksudkan dengan sistematika penulisan adalah : susunan karya tulis ini. Jadi sistematika penulisan karya tulis ini adalah :
Bab pertama, pendahuluan, yang terdiri dari : latar belakang masalah, penjelasan judul, rumusan masalah, tujuan penulisan, hipotesa, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
Bab kedua, landasan teori yang terdiri dari deskripsi Sains: berbagai pengertian tentang sains. Deskripsi sains menurut Alkitab: Perjanjian lama (Sains menurut Kejadian 1:26-28, Sains menurut Kitab Daniel, Sains menurut Amsal 1:7; Ayub 28:28; Mazmur 111:10; Amsal 9:10; Mazmur 94:10) dan Sains dalam kitab Perjanjian Baru (Yohanes 7:15; 1 Korintus 1:5; 1 Korintus 13:8; Kolose 2:3). Deskripsi Iman Kristen: Allah sebagai sang Pencipta, Yesus sebagai Allah yang lahir, mati, dibangkitkan dan naik ke sorga sebagai juru selamat manusia.
Bab ketiga, sains ditinjau dari Alkitab dan hubungannya dengan iman Kristen: latar belakang sains, perdebatan antara sains dan Alkitab, dan sains hubungannya dengan iman Kristen.
Bab keempat, yang terdiri dari Penutup : kesimpulan, saran-saran, daftar pustaka.
BAB I
PENDAHULUAN

Dalam bagian pendahuluan ini akan dibahas tentang latar belakang masalah, penjelasan istilah-istilah judul, tujuan penulisan, rumusan masalah, hipotesa dan sistematika penulisan. Hal tersebut di terangkan sebagai berikut :

Latar Belakang Masalah
Sains sebagai salah satu disiplin ilmu yang mengalami perkembangan begitu pesat pada masa dewasa ini mambawa dampak yang luar biasa dalam berbagai segi kehidupan. Sains dipakai dan diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, itulah sebabnya dimasa-masa sekarang ini kita banyak menjumpai orang-orang yang berintelektual, ini disebabkan karena tututan perkembangan sains itu sendiri.
Sebagai akibat dari perkembangan sains itu sendiri masyarakat Indonesia dewasa ini telah banyak “Bermin-main” dengan alat teknis modern. Akan tetapi pemakaian alat-alat tersebut tanpa dibarengi sikap ilmiah.
Bagi orang beriman persoalan tidak berhenti sampai disini. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern dan agama, selain mendukung dan memajukan, juga saling menghambat. Bagi sementara orang beriman, beberapa hasil ilmu pengetahuan seakan-akan merusak akar hidup keagamaan. Keith Wilkes dalam bukunya menyebutkan : Para teolog dan juga orang-orang awam yang berpendidikan perlu memikirkan kembali artinya secara mendalam: apa itu agama, bahasa dan bidang khusus keagamaan, hubungan antara cara ilmiah dan cara keagamaan untuk mengucapkan kebenaran”.
Sikap yang baik dan responsif tapi juga kolektif dari orang-orang beriman terhadap perkembangan sains sangat diperlukan agar tidak saling berbenturan. Karya Tulis ini memberikan pemahaman yang benar tentang sains dari sisi kebenaran Firman Allah.
Penjelasan Istilah-Istilah Judul
Untuk memberi gambaran yang lebih jelas mengenai karya tulis ini, maka penulis akan menjelaskan istilah-istilah judul yang dipakai agar dapat di mengerti dan di pahami.
Istilah-istilah judul yang akan penulis jelaskan adalah sebagai berikut:
Kata “sains” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “ilmu pengetahuan pada umumnya; ilmu pengetahuan alam; pengetahuan sistematis tentang alam dan dunia fisik, termasuk didalamnya zoology, botani, fisika, kimia, geologi dan sebagainya”
Kata “ditinjau” berarti “memperhatikan, memeriksa (untuk mempelajari) sedangkan kata “Alkitab” berati “Kitab suci agama Kristen, terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru”
Iman Kristen berarti percaya dan meyakini bahwa Yesus satu-satunya pribadi yang lahir, mati, bahkan dibangkitkan dan naik ke sorga sebagai pribadi yang menyelamatkan umat manusia dan menciptakan seluruh alam semesta.
Dengan demikian “Sains Ditinjau dari Alkitab dan Hubugannya Dengan Iman Kristen” dapat diartikan Ilmu Pengetahuan yang mencakup segala bidang dipelajari dengan cermat dari secara keseluruhan Alkitab agar diketahui hubungannya atau relasinya dengan kepercayaan dan keyakinan terhadap Tuhan Yesus Kristus.
Alasan Pemilihan Judul
Penulis memilih judul “Sains Ditinjau dari Alkitab dan Hubugannya Dengan Iman Kristen” karena penulis melihat perkembangan sains yang begitu pesat dalam berbagai bidang kehidupan dan penulis ingin memahami makna sains yang benar agar dapat memajukan pekerjaan Tuhan.

Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam karya tulis ini adalah : pertama sains yang berkembang pesat dalam masyarakat modern dianggap bertentangan dengan Alkitab. Kedua Sains yang berkembang saat ini dirasa menggeser nilai-nalai iman dalam kehidupan orang percaya.
Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan ini, dibagi ke dalam beberapa bagian yaitu : pertama, untuk memberikan deskripsi yang benar mengenai sains dan deskripsi tentang sains menurut Alkitab. Kedua, untuk memberikan pemahaman yang benar tentang hubungan sains dengan iman Kristen.
Hipotesa
Hipotesa yang penulis ajukan dalam penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut : Sains bukanlah suatu disiplin Ilmu yang bertentangan dengan Firman Tuhan (Alkitab) dan tidak menggeser iman orang percaya terhadap Tuhan Yesus Kristus sebagai pencipta seluruh alam semesta.

Metode Penulisan
Metode penulisan yang penulis kerjakan adalah bersifat studi buku, metode-metode tersebut adalah :
Metode Kepustakaan
Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data-data melalui buku-buku daftar kepustakaan, sehingga penulis dapat melengkapi penyusunan karya tulis ini dengan baik.
Metode Menarik Kesimpulan
Metode ini ialah penarikan kesimpulan berdasarkan prosedur awal. Dalam hal ini penulis memakai studi induktif yaitu : mencapai suatu kesimpulan setelah terlebih dahulu mengumpulkan data-data. Dari data-data itulah penulis di pimpin untuk mencapai kesimpulan dari khusus ke umum dan di bentangkan secara logis.
Sistematika Penulisan
Yang dimaksudkan dengan sistematika penulisan adalah : susunan karya tulis ini. Jadi sistematika penulisan karya tulis ini adalah :
Bab pertama, pendahuluan, yang terdiri dari : latar belakang masalah, penjelasan judul, rumusan masalah, tujuan penulisan, hipotesa, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
Bab kedua, landasan teori yang terdiri dari deskripsi Sains: berbagai pengertian tentang sains. Deskripsi sains menurut Alkitab: Perjanjian lama (Sains menurut Kejadian 1:26-28, Sains menurut Kitab Daniel, Sains menurut Amsal 1:7; Ayub 28:28; Mazmur 111:10; Amsal 9:10; Mazmur 94:10) dan Sains dalam kitab Perjanjian Baru (Yohanes 7:15; 1 Korintus 1:5; 1 Korintus 13:8; Kolose 2:3). Deskripsi Iman Kristen: Allah sebagai sang Pencipta, Yesus sebagai Allah yang lahir, mati, dibangkitkan dan naik ke sorga sebagai juru selamat manusia.
Bab ketiga, sains ditinjau dari Alkitab dan hubungannya dengan iman Kristen: latar belakang sains, perdebatan antara sains dan Alkitab, dan sains hubungannya dengan iman Kristen.
Bab keempat, yang terdiri dari Penutup : kesimpulan, saran-saran, daftar pustaka.

Selasa, 09 Februari 2010

Karunia Tuhan

Hati yang gembira adalah obat yang manjur...